Selasa, 18 September 2018

Tugas Dasar Sistem Informasi : LAPOR ID


TUGAS DASAR SISTEM INFORMASI : LAPOR ID

1.      Latar Belakang



Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang dijalankan dengan prinsip mudah, terpadu, dan tuntas. LAPOR! dikelola dan dikembangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Kantor Staf Presiden, dan Ombudsman Republik Indonesia sebagai saluran partisipasi masyarakat untuk pengawasan pembangunan dan pelayanan publik di Indonesia.

LAPOR! telah ditetapkan sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik.

Laporan akan diverifikasi dan diteruskan kepada instansi yang berwenang untuk dapat ditindaklanjuti. Masyarakat juga dapat mengawal penanganan setiap laporan secara transparan dan akuntabel melalui berbagai fitur yang tersedia, termasuk fitur-fitur untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelapor. LAPOR! memiliki fitur-fitur pendukung yang disediakan bagi pengguna, antara lain:

·         Tracking ID
Tracking ID merupakan nomor tiket yang dapat digunakan untuk memantau status penanganan setiap laporan.

·         Notifikasi
Notifikasi merupakan pemberitahuan resmi mengenai status laporan. Pelapor akan menerima notifikasi ketika laporan telah diteruskan, ketika laporan telah ditindaklanjuti, ketika laporan telah tertutup, dan bahkan ketika laporan tidak dapat diproses lebih lanjut.

·         Kolom Tindak Lanjut Laporan
Kolom Tindak Lanjut Laporan adalah ruang interaksi dua arah antara pelapor dan instansi terlapor. Pada saat laporan ditindaklanjuti, pelapor berkesempatan untuk memberikan umpan balik terhadap tindak lanjut tersebut sehingga kualitas tindak lanjut dapat dikawal oleh semua pihak. Dengan demikian, diharapkan muncul solusi terbaik yang substansial untuk setiap permasalahan dan kebutuhan masyarakat.

·         Indikator Warna (Merah, Kuning, Hijau)
Indikator Warna disediakan untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui progres penanganan setiap laporan. Merah artinya laporan belum ditangani, Kuning artinya laporan sedang dalam proses penanganan, dan Hijau artinya laporan telah selesai ditangani dan telah ditutup.

·         Statistik
Statistik disediakan secara terbuka dalam bentuk rekapitulasi agar masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi kinerja pengelolaan pengaduan setiap instansi

·         Anonim dan Rahasia
Fitur ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pelapor, khususnya terkait substansi laporan yang sensitif.

Bentuk dukungan LAPOR! terhadap pengelolaan pengaduan pemerintah yang sudah berjalan diwujudkan dalam bentuk Aplication Programming Interface (API). API LAPOR! memungkinkan masyarakat / instansi pemerintah untuk menarik data LAPOR! untuk menganalisis maupun mengintegrasikan aplikasi pengaduan yang sudah berjalan di instansi pemerintah dengan LAPOR!. Tujuannya adalah agar semakin mempermudah masyarakat dalam menyampaikan pengaduan dan aspirasinya serta meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan program pembangunan.

2. Tujuan

1.      Untuk mengetahui fungsi LAPOR!

2.      Untuk mengetahui batasan LAPOR!

3.      Untuk mengetahui asumsi LAPOR!

4.      Untuk mengetahui input dan output LAPOR!









2.       Fungsi LAPOR!



Fungsi LAPOR! adalah sebagai wadah aspirasi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, laporan maupun permintaan informasi kepada pemerintah mengenai berbagai bidang seperti hukum, politik, kesehatan, pendidikan, serta masalah lingkungan dan sumber daya alam.



3.      Batasan

Batasan masalah yang akan dibahas adalah API LAPOR! menggunakan struktur format JSON dalam komunikasinya seperti dalam mengambil daftar topik laporan dan menggunakan struktur format XML dalam komunikasinya seperti dalam memasukkan laporan baru.

JSON : JavaScript Object Notations. JSON merupakan suatu syntax atau format untuk menyimpan data atau digunakan dalam sebuah proses pertukaran data. JSON merupakan sebuah format penukaran data yang mudah dibaca da ditulis oleh manusia, serta mudah diterjemahkan serta dibuat (generate) oleh komputer.

XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar sistem yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText Markup Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet.



4.      Asumsi

Ada kemungkinan bahwa keluhan masyarakat akan lambat ditangani atau bahkan tidak di respon oleh pemerintah. Ada kemungkinan URL yan berada di poin nomer 5 tidak bias diakses. Ada kemungkinan program input ataupun output tidak dapat berjalan.



5.      Input, Output dan Copy Report

a.       API menggunakan format JSON dalam mengambil daftar topik laporan


Method : POST

Parameter : “KEYTOKEN” Token akses yang diberikan oleh tim LAPOR!

Output :

[... 
"id":"13", 
"parent":"3", 
"topic_name":"Teknologi Informasi dan Komunikasi" 
}, 
...]



Keterangan Output :

“id” 
Nomor id dari topic
“parent” 
Nomor id dari topik yang menjadi parent topic.
Bernilai 0 jika topik tersebut merupakan parent topic.  
“topic_name”
Nama topik.



Ø  Copy Report

Data yang harus dimasukkan adalah nomor id dari topik daftar laporan dan nama topic yang dicari

b.      API ini menggunakan struktur format XML dalam memasukkan laporan baru.  


Mekanisme : 

Lapor Mengirim Masukan berupa XML ke sistem K/L/D/I

Sistem Mengirim XML Keluaran ke sistem LAPOR! 

Contoh XML Masukan :

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<lapor token="Token yang diberikan tim LAPOR!">

<pelapor>

<email>alamatemail@email.com</email>

<telpon>62857211xxx</telpon>

<namadepan>Nama Depan </namadepan>

<namabelakang> Nama Belakang </namabelakang>

</pelapor>

<laporan rahasia="1" anonim="1">

<isi>"Isi Laporan"</isi>

<tanggal>30 Mei 2016</tanggal>

<kategori id="1" nama="Kategori Keluhan"/>

<area id="1" nama="Kabupaten"/>

<tags>

<tag id="11" nama="Tags 123"/>

</tags>

<lampiran> Isi lampiran </lampiran>

</laporan>

</lapor>



Contoh XML Keluaran :



<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<lapor>

<status>1</status>

<pesan>Sukses posting laporan</pesan>

<trackingid>1568526</trackingid>

<transaksiid>8766</transaksiid>

</lapor>

Description: http://blog.lapor.go.id/images/Foto_artikel/inputlaporan.jpgKeterangan Gambar = 

Pelapor memasukan laporan baru melalui sistem K/L/DI.

Sistem K/L/D/I selanjutnya akan meminta laporan melalui xml masukan ke sistem LAPOR!.

LAPOR! merespon permintaan dan mengirimkan XML keluaran kepada sistem K/L/D/II untuk menampilkan atribut yang di minta (contoh : Tracking ID). 

Keterangan XML =

-          Element trackingid pada XML keluaran adalah nomor unik laporan tersebut di LAPOR!. Nomor ini akan digunakan sebagai penanda tindak lanjut laporan nantinya. Element trackingid ini hanya muncul jika nilai element status bernilai 1 (sukses)

-          URL dipanggil pada saat terdapat laporan yang ingin dikirimkan ke LAPOR!

-          Element email pada XML masukan merupakan element opsional

-          Element telepon pada XML keluaran merupakan nomor telepon seluler, karena akan digunakan untuk mengirimkan notifikasi SMS pada pelapor

-          Attribute rahasia dan anonim pada Element laporan digunakan untuk menentukan nilai kerahasiaan dan keanoniman default pada laporan yang disampaikan, bernilai ‘1’ jika iya dan ‘0’ tidak

-          Element kategori pada XML masukan merupakan element opsional

-          Element kategori berisi kategori default terkait laporan ini melihat dari attribute id yang disampaikan

-          Element area pada XML masukan merupakan element opsional

-          Element area berisi area default terkait laporan ini melihat dari attribute id yang disampaikan

-          Element disposisi pada XML masukan merupakan element opsional

-          Element disposisi berisi instansi default yang akan mendapat disposisi terkait laporan melihat dari attribute id yang disampaikan

-          Element tags pada XML masukan merupakan element opsional

-          Element tags dapat mempunyai lebih dari 1 child element

-          Element tags berisi tag default melihat dari attribute id yang disampaikan

-          Element lampiran pada XML masukan merupakan element opsional

-          Element lampiran dapat mempunyai lebih dari 1 child element

-          Element status XML keluaran bernilai 1 jika sukses atau 0 jika gagal

-          Element trackingid pada XML keluaran adalah nomor unik laporan tersebut di LAPOR!. Nomor ini akan digunakan sebagai penanda tindak lanjut laporan nantinya. Element trackingid ini hanya muncul jika nilai element status bernilai 1 (sukses)

-          Element transaksiid merupakan kode unik transaksi ini hanya muncul jika nilai element status bernilai 1 (sukses)



Ø  Copy Report

Data yang akan dimasukkan adalah email, nomor telepon, nama depan, nama belakang, isi laporan, kategori keluhan, nama daerah penulis, da nisi lampiran dari si penulis laporan.



6.      DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar